Flight Attendant – Tidak seglamor yang orang kira

  • Flight Attendant adalah pekerjaan yang membutuhkan kemampuan fisik karena lingkungan pekerjaannya yang cukup berat
  • Proses seleksi sebagai Flight Attendant tergolong panjang dengan tujuan untuk menemukan Flight Attendant yang sesuai dengan kepribadian penerbangan
  • Rutinitas Flight Attendant adalah bekerja diluar rutinitas, tidak ada jam kerja yang tetap
  • Sebagai seorang Flight Attendant kamu harus memiliki skill negosiasi, memecahkan masalah dan bisa bekerja dibawah tekanan

Yusuf (@yusufputra) awalnya berkuliah di jurusan komunikasi di salah satu perguruan tinggi swasta di Surabaya. Karena merasa tidak cocok akhirnya ia memutuskan untuk berhenti kuliah lalu bekerja sebagai Retail Assistant. Dalam pengalamannya bekerja di perusahaan retail, dia memutuskan untuk kembali berkuliah lagi dan mengambil jurusan Administrasi Bisnis. Dari sinilah perjalanan Yusuf menjadi seorang Flight Attendant dimulai.

Dunia korporat bukan duniaku

Aku selalu membayangkan diriku untuk bekerja di dunia korporat. Setelah kuliah, aku bekerja di sebuah perusahaan lokal di bagian marketing. Aku pikir aku akan menyukai pekerjaan ini. Setelah melakukan pekerjaan ini dari hari ke hari, aku mulai sadar bahwa kerja di dunia korporat itu bukan untuk aku. Aku nggak suka kerja dari jam 9 ke jam 5, atau bekerja di dalam kubikel. Secara pribadi aku orangnya suka traveling, tidak bisa diam di satu tempat. Aku pun mulai mencari pekerjaan yang cocok buat aku diluar dari dunia korporat.

Pencarianku dimulai. Aku beruntung bahwa aku tak sendiri, saat itu mantan pacarku (sekarang sudah jadi istri) mengirimkan aku lowongan pekerjaan sebagai seorang Flight Attendant di Cathay Pacific.

Oke boleh dicoba!

Proses rekruitment yang panjang

Aku mengirimkan aplikasi lamaranku melalui email, kurang lebih satu bulan setelah itu aku mendapatkan email balasan dari Cathay Pacific. Balasannya berupa undangan untuk mengikuti proses seleksi di Jakarta.

Ternyata dari 4,000 aplikan hanya 1,000 orang yang di undang untuk mengikuti proses seleksi tersebut. Aku terheran-heran mengetahui betapa populernya pekerjaan ini di Indonesia. Saat itu proses seleksi diselenggarakan di salah satu ballroom hotel berbintang di Jakarta. Disana aku bertemu dengan banyak sekali orang yang sudah pernah mencoba menjadi Flight Attendant di berbagai macam airlines ataupun sudah pernah ikutan proses seleksi Cathay Pacific di tahun sebelumnya.

Ternyata rekruitmen flight attendant Cathay Pacific itu nggak tiap tahun dilakukan, rekruitmen dilaksanakan secara global dan mengikuti kebutuhan dari perusahan.  Jika dilihat dari tahun sebelumnya, rekruitmen Flight Attendant dilaksanakan di tahun 2011, 2008 dan 1996. Hingga saat artikel ini ditulis, Cathay Pacific belum melakukan rekruitmen lagi semenjak 9 tahun terakhir. 

Karena ini pekerjaan di bidang baru buatku, aku sama sekali tidak punya bayangan dan ekspektasi seperti apa  proses seleksinya nanti. Setiap airlines punya standard kru yang berbeda-beda. Cerita ini khusus untuk pengalamanku di Cathay Pacific. Proses seleksinya sebenarnya tidak jauh berbeda dari perusahaan kebanyakan. Proses seleksinya cukup panjang, memakan waktu hampir 1 bulan lebih.

Tes pertama yang aku lakukan adalah tes fisik untuk melihat arm reach – seberapa jauh tangan kamu bisa meraih . Di Cathay Pacific tidak ada diskriminasi tinggi badan, yang mereka ingin tahu adalah apakah tangan kamu bisa menggapai minimum 170 cm. Jadi entah kamu mau jinjit ataupun bagaimana, yang terpenting adalah kamu harus bisa menyentuh tinggi 170 cm. Bagi mereka ini adalah prosedur utama karena ini bagian dari keamanan dasar kru kabin.

Tes kedua, kami disuruh untuk memberikan opini dari sebuah kasus. Menurutku Cathay Pacific menggunakan momen ini untuk menilai kemampuan bahasa inggris kita dan kemampuan kita untuk berkomunikasi. Setelah tiga hari kemudian, tes ketiga dimulai.

Tes ketiga berupa Focus Group Discussion, kita dibagi menjadi dua grup A dan B. Grup A mendukung opini dan Grup B menolak opini yang dipaparkan oleh tim seleksi. Disaat debat berlangsung ada beberapa orang yang jadi terbawa emosi. Salah satu rekruiter bertanya padaku “Menurut kamu bagaimana? Kenapa kamu kok lebih banyak diam?” dan aku pun menjawab “Oh aku ingin mengobservasi dan mendengarkan opini dari kedua belah pihak, karena kedua grup pasti punya opini masing – masing. Bisa nggak kita ketemu di tengah?” Lucunya orang-orang yang terbawa emosi dan ngotot malah tidak lolos ke tahap selanjutnya. 

Tes keempat adalah tes Bahasa Inggris dan juga Bahasa Indonesia, karena tujuan airlines merekrut orang kita itu supaya kita bisa mengurus penumpang dari Indonesia, makanya kemampuan berbahasa sangatlah penting.

Tes kelima adalah interview final, disaat interview mereka malah sangat tertarik dengan pengalamanku sebagai Retail Assistant di Body Shop ketimbang pengalaman dunia korporat ku, karena pengalaman retail dan flight attendant tidak jauh berbeda, kita sama-sama mengurus pelanggan dan memenuhi keinginannya. Setelah selesai interview, mereka langsung mengumumkan bahwa aku lolos seleksi. Tapi sebelum di tawari kontrak, aku harus menjalani tes kesehatan terlebih dahulu.

Tes terakhir adalah tes kesehatan lengkap ini dibiayai oleh Cathay Pacific dan aku mengikuti pemeriksaan dari thorax, darah, urine dan juga tes buta warna. Sebagai Flight Attendant tidak masalah kalau kalau punya mata minus tapi tidak boleh buta warna. Setelah selesai menjalani tes kesehatan dan proses kontrak selesai, maka aku harus menunggu visa kerja keluar. Dan setelah proses panjang ini berakhir, aku diterima di Cathay Pacific dan pindah domisili ke Hong Kong.

Menurutku dari seluruh proses seleksi yang Cathay Pacific buat mereka lebih menekankan kepribadian dari flight attendant mereka. Dari 4,000 Aplikan di Indonesia hanya 100 orang Indonesia saja yang diterima di tahun 2011. 

Rutinitas kita adalah diluar rutinitas

Sebagai seorang Flight Attendant, rutinitasku dihitung dari bulan ke bulan. Untuk Cathay Pacific, jadwal kerja untuk bulan depan atau yang kami sebut roster keluar setiap tanggal 16. Jadi semisal jadwal kerja di bulan Juni akan keluar di tanggal 16 Mei dan seterusnya. Dalam 1 bulan, kita terbang berdasarkan rotasi yang terbagi menjadi: short flight, regional flight, long flight, dan ultra-long-haul flight. Semua berdasarkan jarak dan waktu penerbangan.

Setiap jadwal terbang ada regulasinya dan waktu libur tergantung dari rotasi masing-masing. Semua diatur dalam Civil Aviation Department Hong Kong untuk kasus Cathay Pacific. Seperti contohnya setelah penerbangan long-haul kita dapat jatah libur 3 hari. Semua informasi mengenai penerbangan dan jadwal libur tercantum di dalam roster. Jam kerja kita tidak pernah teratur, karena semuanya tergantung jam terbang. Kalau semisal pesawat terbang jam 5 subuh, berarti kita harus standby dari jam 3 pagi.

Kita harus report duty 90 menit sebelum jadwal keberangkatan, lalu kita akan melakukan briefing, setiap sebelum terbang seluruh kru kabin juga harus menjawab Safety Test melalui komputer, apabila kru tidak berhasil lolos dari Safety Test, maka ia tidak boleh terbang. Setelah itu kita akan melakukan tim briefing. Kru Cathay Pacific berjumlah 13,000 orang yang tersebar di seluruh dunia, dan setiap kali kita terbang, tidak serta merta kita akan terus terbang dengan orang yang sama. Kita harus mempelajari Service Plan penerbangan kali ini seperti apa, jadwal penerbangannya berapa lama, apakah ada penumpang dengan kebutuhan khusus, apakah ada penumpang yang punya kasus medis tertentu, dan regulasi imigrasi serta cukai dari negara tujuan seperti apa. Rutinitas paling utama bagi para Flight Attendant adalah bagaimana mengatur Jet Lag.

Sebagai seorang Flight Attendant selain gaji dan benefit yang oke, kesempatan untuk traveling adalah daya tarik utama. Kita juga mendapat kesempatan untuk mendapatkan diskon-diskon khusus untuk para Flight Attendant. Menurutku ini kenapa banyak orang yang ingin menjadi pramugari. 

Ini pekerjaan fisik dan penuh tekanan (bukan hanya tekanan kabin)  

Walaupun terlihat glamor. Pekerjaan ini cukup berat di fisik. Coba bayangkan untuk terbang ke New York dari Hongkong bisa memakan waktu 16 jam, jadi kalau ditotal dengan persiapan sebelum berangkat maka setiap pramugari akan bekerja selama total 20 jam, di dalam kondisi kabin yang bertekanan dan oksigen yang terbatas. Dan di dalam 20 jam ini kita dituntut untuk terus waspada dan menyediakan pelayanan terbaik bagi para penumpang.

Sebagai seorang Flight Attendant aku rasa aku membangun skill untuk bernegosiasi, skill untuk memecahkan masalah, kemampuan untuk mengatur waktu dan bekerja di bawah tekanan. Kita dituntut untuk menghadapi berbagai macam orang dari berbagai macam budaya dan bahasa, tiap orang ini memiliki berbagai macam permintaan, dan kita harus melayani mereka dalam waktu dan resource yang terbatas.

Dalam kasus-kasus tertentu, kru kabin adalah orang yang bertanggung jawab terhadap pertolongan pertama, jadi dalam kasus medis kitalah yang harus mengambil keputusan, walaupun di dalam pesawat itu ada dokter, kami adalah orang yang akan menangani penumpang jika mereka dalam keadaan sakit. Pernah sewaktu saat kita akan terbang dari Hongkong ke LA, ada penumpang yang memiliki masalah kesehatan darurat. Kami harus melakukan pertolongan pertama di ketinggian puluhan ribu kaki, dan kami terpaksa untuk menurunkan penumpang tersebut di Anchorage, Alaska. Diatas itu kami juga harus melakukan service untuk penumpang-penumpang yang lain.

Karena Flight Attendant pekerjaannya sering terbang kemana-mana, otomatis kehidupan percintaan atau keluarga sering dilakukan secara LDR, makanya penting buat Flight Attendant untuk bisa mengatur waktu. Hari-hari libur itulah yang aku gunakan untuk bertemu dengan keluarga dan aku atur seefisien mungkin. 

Kami adalah hamba udara 

Kenaikan gaji biasanya direview satu tahun sekali melalui negosiasi perserikatan pramugari, dalam kasusku perserikatan ini ada di Hongkong. Lalu juga ada kenaikan gaji berdasarkan years of service, jadi semisal setelah probation satu tahun, gajimu akan naik. Setelah tiga tahun service, gajimu akan naik dan seterusnya.

Kalau kamu ingin belajar tentang dunia Flight Attendant sebenarnya resource nya sudah banyak sekali.  Ada artikel, vlog, instagram dan forum di internet yang bisa kamu gunakan sebagai bahan untuk belajar tentang pekerjaan ini. Contohnya Forum Pramugari Indonesia yang khusus untuk orang Indonesia dimana terdapat info tentang lowongan dan tips-tips untuk melamar kerja sebagai Flight Attendant. Atau kamu bisa ikutan #hambaudara kalau ingin melihat konten-konten lucu dari para pramugari. 

Industri ini rawan cobaan 

Jika kamu ingin menjadi seorang Flight Attendant maka kamu harus mengerti bahwa pekerjaan ini lebih untuk lifestyle daripada membangun karir. Pekerjaan ini cukup rutin. Jenjang karir sebagai Flight Attendant itu panjang sekali, butuh waktu 10 tahun untuk naik jabatan.

Jadi kalau kamu barusan lulus kuliah dan jadi Flight Attendant menurutku itu adalah waktu yang paling bagus. Dan karena jenjang karir ini cukup lama, maka kamu juga harus sering eksplor apa yang ingin kamu lakukan setelah berkarir menjadi Flight Attendant.

Jadikan momen sebagai Flight Attendant ini untuk belajar dan pintar-pintarlah mengumpulkan uang semasa menjadi Flight Attendant, karena industri penerbangan ini sangat rawan dan mudah sekali terdampak dari berbagai macam cobaan seperti krisis ekonomi, pandemi, bencana alam, aksi terorisme dan lain-lain.