Senior Research Analyst – Pengambilan keputusan selalu didasarkan oleh analisa

  • Seorang Analis harus bisa menyaring informasi dari berbagai macam sumber dan menyajikan informasi paling relevan untuk klien 
  • Analisa yang dilakukan oleh seorang Analis akan berdampak pada keputusan klien sehingga harus berhati-hati dan tahu isu secara mendalam
  • Firma Konsultasi tidak hanya berkaitan dengan Bisnis Manajemen saja, ada juga yang berkaitan dengan resiko bisnis
  • Seorang analis harus sering membaca, mendengar dan mengembangkan jaringannya 

Renindya Hiera (@rarahiera) adalah seorang Senior Research Analyst di Hill and Associate, sebuah firma konsultasi untuk resiko dan sekuritas. Renindya atau yang biasa dipanggil Rara dulunya adalah lulusan Hubungan Internasional di Universitas Airlangga Surabaya. Walaupun pekerjaan ini sangat berkaitan dengan jurusan yang ia ambil, ternyata pekerjaan seorang analis ini bukanlah suatu profesi populer orang-orang lulusan HI, malah pekerjaan ini dia ketahui setelah terjun di dunia jurnalistik. Simak kisahnya berikut ini

Firma Konsultasi tidak hanya tentang manajemen bisnis saja

Karir pertamaku bermula sebagai seorang jurnalis di majalah Marie Claire. Sebenarnya aku suka dengan pekerjaan seorang jurnalis yang banyak menulis, melakukan research dan menggunakan network. Tapi aku ingin tantangan yang lebih dari sekedar melakukan reportase, aku kemudian menemukan karir sebagai seorang analis. 

Awal mulanya aku melakukan riset mengenai pekerjaan seorang analis. Ternyata di setiap firma konsultasi ada banyak posisi sebagai analis. Aku awalnya berpikir yang namanya firma konsultasi itu semuanya sama dan memberikan jasa yang serupa di dalam dunia manajemen bisnis. Ternyata firma konsultasi itu ada berbagai macam.

Jadi firmaku, Hill and Associates bergerak dengan hal-hal yang berkaitan dengan resiko bisnis dalam bidang keamanan, politik, regulasi dan keadaan ekonomi seperti bencana alam, terorisme dan lain-lain.  Selain menganalisa resiko di Indonesia aku juga berperan sebagai Analis untuk resiko di Asia Pasifik. Karena hubungannya dengan permasalahan sosial dan politik, jadi ilmu dasar di HI itu amat berguna. 

Hill and Associate aku ketahui melalui narasumberku dimasa aku bekerja sebagai seorang jurnalis. Untuk proses seleksi, aku kirimkan lamaran pekerjaanku. Dalam waktu seminggu aku dipanggil untuk mengikuti proses seleksi. Prosesnya sih secara tipikal, aku mengikuti wawancara bertahap dengan Country Manager, Hiring Manager, Regional Director dan juga Leader dari Risk Intelligence. 

Selain itu aku juga diberi tes. Mereka memberikan aku beberapa koran, lalu aku disuruh untuk memilih dari koran-koran tersebut apakah ada resiko atau ancaman yang  bisa mempengaruhi operasional bisnis. Kemudian aku disuruh untuk menuliskan analisaku dalam Bahasa Inggris. 

Kita membuat laporan yang berkaitan dengan isu sosial, politik dan ekonomi

Sebagai seorang analis biasanya hariku dimulai dengan melakukan report harian. Setiap pagi, kita ada sesi untuk baca koran bareng dan brainstorming tentang apa yang akan kita masukkan dalam report kita. Kita akan menangkap isu-isu yang penting untuk klien. Selain dirangkum kita juga harus menyertakan analisa tentang isu tersebut. Isu-isu yang kita tangkap selalu fokus dengan isu sosial, politik dan ekonomi dari Indonesia yang bisa berkaitan dengan operasional bisnis perusahaan-perusahaan multinasional. 

Semisal sewaktu demo, banyak klien kita yang menanyakan “Kira-kira kapan demo akan berakhir? Apa dampak demo terhadap operasional kami?” Dan sebagainya. Kalau semisal tidak ada isu dengan tensi tinggi, maka sehari-hari kita akan terus membuat laporan harian untuk klien kita.

Siangnya kita akan mengerjakan laporan ad hoc atau laporan khusus untuk klien, semisal ada klien kita yang akan membuka cabang baru di Maluku maka kita akan memberikan laporan khusus tentang keadaan politik, sosial dan ekonomi di Maluku. 

Laporan kita lakukan secara close monitoring, karena banyak informasi yang nggak selalu ada terus di berita. Jadi kita akan terus memonitor melalui grup Whatsapp dan social media. Intinya melalui laporan ini kita memberikan informasi tentang 1) Apa yang sedang terjadi sekarang 2) Apa yang harus klien lakukan 3) Apakah ada resikonya 4) Bagaimana level ancaman isu ini terhadap operasional bisnis

Yang aku suka dari pekerjaan ini adalah banyak fleksibilitas, aku bisa mengerjakan pekerjaan dimanapun aku mau dan juga aku mendapatkan banyak network melalui event-event seperti mengikuti event Chamber of Commerce Inggris atau Amerika. 

Analisa kita akan berdampak pada keputusan klien 

Dengan bekerja sebagai seorang Analis, pastinya aku mengembangkan skill analisis yang mendalam, karena analisa kita akan berdampak terhadap bisnis klien kita. Melalui skill analisa ini aku harus bisa membaca tren dan mengira-ngira nanti tren kedepannya seperti apa yang akan berdampak pada bisnis klienku. Ini membutuhkan ketelitian dan juga kemampuan analisa yang kuat berdasarkan data yang didapat. 

Harus terus up-to-date dan pintar menyaring informaasi

Tantangan pekerjaan ini adalah untuk terus up-to-date dengan situasi yang ada. Kita juga harus menyaring informasi yang relevan, dan akurat. Kita juga harus memastikan kebenaran dari informasi tersebut terutama di era dimana informasi banyak beredar dimana-mana. 

Kita juga harus tetap tenang jika ada isu-isu dengan tensi tinggi terutama jika itu isu darurat seperti kerusuhan atau terorisme. Pernah dulu pas aku barusan join perusahaan ini, ada kejadian Bom Sarinah di tahun 2016 yang merupakan insiden darurat pertamaku. Di satu sisi kejadian ini cukup shocking buat aku, tapi di sisi lain tim kita juga harus bisa menenangkan klien-klien kita dan memberikan rekomendasi yang tepat untuk mereka. Di saat itu kita juga harus menyaring isu-isu dan rumor-rumor yang berkaitan dengan insiden tersebut untuk memberikan informasi yang relevan kepada klien kita.

Banyak baca, banyak mendengar dan banyak networking

Kalau kalian ingin berprofesi sebagai seorang Analis maka yang kamu harus banyak baca, banyak mendengarkan dan banyak bernetworking.

Sebagai seorang analis kamu harus mau belajar tentang segala hal sampai ke dalam-dalamnya dan melihat dari berbagai sisi terutama dari sisi sejarahnya. Karena dengan mengetahui masa lalu, kita akan memahami isu sekarang dan kita juga bisa menavigasi apa yang akan terjadi di masa depan. 

Kita juga harus mendengarkan tidak hanya orang-orang yang sepaham dengan kita tapi juga harus mendengarkan opini orang yang berseberangan dengan kita. Karena ini akan mempertajam analisa kita. Dari networking aku juga bisa mengcapture pandangan orang-orang tentang isu-isu politik dan sosial ekonomi. 

Banyak online course yang tersedia di Coursera yang membahas tentang manajemen sekuritas, manajemen resiko atau isu-isu spesifik seperti Ancaman terorisme, Keamanan Lingkungan dan lain-lain.  Dan saat ini juga ada banyak tools-tools Open Source Intelligence dimana alat-alat ini memudahkan kita untuk menyaring informasi.